Langsung ke konten utama

Masak Ayam Goreng, Yuk!

Foto: Www.Pixabay.com

Hello, Guys! Welcome back to my blog with emaks rempong. Yeaayyy! 

Kali ini emaks mau berbagi resep menu favoritnya anak-anak. Dari yang muda ampe yang tuirr pasti syukkaa menu legendaris ini. Ok, cekidot!

Ini dia, Resep Ayam Goreng Spesial Ala Emaks Rempong. Hehe. 

Resep Ayam Goreng Spesial

Siapkan dulu bahan-bahannya ye, Mak. Jangan lupa belanje ke pasar subuh-subuh ye biar gak keabisann bahan memasak! Hihi.

Oke lanjuutt...! 

Bahan-Bahan:
1. Daging Ayam 1 Kg
2. ‎Bawang Merah 5 siung. 
3. ‎Bawang Putih 3 siung
4. ‎Jahe satu ruas jari
5. ‎Kunyit tiga ruas jari
6. ‎Laos satu ruas jari
7. ‎Salam dan serai 1 lembar
8. ‎Garam secukupnya
9. ‎Air secukupnya

Cara Membuat:
Pertama, cuci daging ayam yang sudah dipotong-potong sampai bersih lalu simpan di dalam panci. Siapkan bahan bumbu uleknya (bawang merah, bawang putih, jahe, dan kunyit). Lalu, ulek sampai halus. Selanjutnya, bumbu ulek dimasukkan ke dalam panci berisi daging ayam yang sudah bersih.

Tuangkan sedikit air sampai kira-kira daging ayam tertutupi permukaan air. Masukkan salam, laos, dan serai yang sudah digeprek ke dalam panci tersebut. Lalu, rebus daging ayam sekitar 15 menit atau hingga bumbu menyerap.


Menjelang panci diangkat, masukkan garam lebih kurang satu sendok makan. Aduk-aduk bersama daging ayam yang baru direbus. Garam ini sebaiknya dibubuhkan usai daging ayam matang. Karena, garam memang tidak bagus kalau dipanaskan terus-menerus. Hal itu bisa membuat garam menjadi zat beracun. 



Selanjutnya, angkat panci dan diamkan sampai agak dingin boleh disimpan dulu di lemari es. Jadi, tinggal digoreng saat hendak makan. Setelah ayam digoreng dan ditiriskan, segera hidangkan untuk suami dan anak-anak tercinta. Lengkapi dengan sayur mayur ya biar gizinya seimbang. 

Gimana, Mak? Dah kebayangkan kan cara membuatnya? Yakin deh, emak-emak lebih jago masyaak daripada eike, Hihi. Apalagi cuman masak ayam goreng doank, apa spesialnya? Hehe. 

Tapi beneran deh nih resep ada spesialnya. Mau tau? Spesialnya adalah sebelum masak baca doa dulu ya, Mak. Minimal, baca bismillah. Abis ntu, hati musti ikhlas masaknya. Jangan sambil marahin anak-anak apalagi ama bapaknya anak-anak, kaciaan kan. Ntar makanannya jadi mendadak pahit dan asem gara-gara dimanyunin emak pas lagi masakk. Hehe. Pokoknya masaknya musti pake love alias cinta. 

Ok dech, segitu aje dari eike, si emaks rempong. Thank you so much yach, udah mau nyimak. Selamat masak-masak ya, Mak! 

#KomunitasODOP
#OneDayOnePost
#ODOPBatch7

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pekan Pertama Anak Bersekolah TK

                                  Foto: dok. pribadi Tiba saatnya yang ditunggu-tunggu, melihat anak pertama kali masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak. Sebagai orang tua tentunya saya merasa antusias sekali menanti momen seperti ini. Begitu pula anak-anak yang akan melaksanakan kegiatan tersebut penuh semangat menyambut hari pertamanya bersekolah.  Kali ini yang masuk sekolah taman kanak-kanak adalah putra ketiga kami, namanya Muhammad Azzam. Alhamdulillah tak terasa waktu berlalu hingga sampailah saat di mana anak bungsu kami mulai memasuki pendidikan formalnya, yakni sekolah TK.  Kami memutuskan untuk menyekolahkan Azzam di TK Amanah Bunda jaraknya kira-kira 150 meter dari rumah. Cukup dekat memang. Sekolah ini memiliki konsep pendidikan yang bag us. Guru-gurunya lulusan universitas ternama. Meski letaknya di desa dan biayanya cukup ramah di kantong, kualitasnya tak kalah dengan sekolah TK di ...

5 Kesan Mengikuti Komunitas ODOP

Assalammualaikum,  Wr. Wb.  Halo! Pada kesempatan ini, saya akan memaparkan kesan-kesan saya selama dua pekan pertama mengikuti komunitas ODOP.  Sebelum saya menyampaikan kesan-kesan tersebut, saya akan menjelaskan perjalanan saya sehingga bisa mengikuti komunitas ini. Sebenarnya,  ini bukan pertama kali saya mengikuti sebuah event atau komunitas menulis. Sebelumnya, saya pernah mengikuti event 30 Hari Bercerita yang dilaksanakan selama bulan Januari atau awal tahun 2019. Alhamdulillah saya sukses menulis setiap hari selama sebulan penuh.  Ada lagi event seperti itu yang saya ikuti, yaitu 30 Hari Bercerita selama Ramadhan. Event menulis ini diselenggarakan oleh Arrahman Press pada 06 Mei-04 Juni 2019. Yang menarik dari event ini adalah semua tulisan peserta akan dibukukan oleh penerbit tersebut. Alhamdulillah, dari event ini pun saya sukses mendapat sertifikat dan tulisan selama sebulan pun akan dibukukan.  Saya juga sangat g...

Yang Pergi Datang Kembali (Bagian 2)

Derum suara motor di teras rumah membangunkan tidur lelapku. Suamiku sudah pulang rupanya. Memang ia biasa pulang larut malam. Sebelum aku  membukakan pintu ternyata ia sudah masuk. Aku bangkit menyiapkan air minum untuknya. Lelaki tinggi itu melepaskan helm lalu  membuka sepatu outdoor coklatnya. Ia pun melepas jaket hitam dan menggantungnya di dinding kamar. Diperhatikannya kondisi anak-anak yang tertidur lelap. Suamiku memang sangat perhatian kepada anak-anak. Luka sekecil apapun yang ada pada tubuh anak-anak, dia akan tahu. Dia duduk di kamar. Aku menghampirinya. Sebenarnya aku agak ragu menyampaikannya saat itu. Tapi kupikir lebih cepat diketahui lebih baik. "Pa, sepeda Gery hilang." "Loh, kenapa bisa? hilang di mana?" "Di depan warnet, Pa." Mukanya mengekspresikan amarah mengetahui hal itu. "Sudah kuduga pasti papa marah," tukasku dalam hati. Persis seperti perasaanku saat pertama mendapat berita itu. "Benar-bena...