Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Faksi (Fakta Fiksi)

Yang Pergi Datang Kembali (Bagian 3)

Keesokan harinya menjelang waktu magrib. Sekelompok anak berjalan menuju ke arah rumah kami. "Gery... Gery...!" teman-teman Gery memanggil. Gery menyambut mereka. Aku turut menghampiri dan memerhatikan. "Ger, ada yang lihat sepeda kamu di desa sebelah," seorang anak mengabarkan. "Ah, yang bener?"tanya putraku. "Asli, Ger. Teman aku yang tahu." sahutnya meyakinkan. "Ya, udah kita ke sana sekarang yuk!" Aku yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka menyetujui rencana mereka. "Iya coba dicari sama-sama, ya. Mudah-mudahan bisa ketemu lagi. " ucapku mendukung upaya mereka. Sejam berikutnya, sebuah motor merah memasuki pekarangan rumah. Berdirilah sosok suamiku di teras rumah. Tumben suamiku pulang cepat, pikirku. Ayah anak-anakku memasuki rumah. Ia memperhatikan dua anak kami yang balita. Lalu, matanya mencari-cari anak sulungnya. "Gery,  ke mana,  Mah? "Dia lagi sama temannya, Asep. Tema...

Yang Pergi Datang Kembali (Bagian 2)

Derum suara motor di teras rumah membangunkan tidur lelapku. Suamiku sudah pulang rupanya. Memang ia biasa pulang larut malam. Sebelum aku  membukakan pintu ternyata ia sudah masuk. Aku bangkit menyiapkan air minum untuknya. Lelaki tinggi itu melepaskan helm lalu  membuka sepatu outdoor coklatnya. Ia pun melepas jaket hitam dan menggantungnya di dinding kamar. Diperhatikannya kondisi anak-anak yang tertidur lelap. Suamiku memang sangat perhatian kepada anak-anak. Luka sekecil apapun yang ada pada tubuh anak-anak, dia akan tahu. Dia duduk di kamar. Aku menghampirinya. Sebenarnya aku agak ragu menyampaikannya saat itu. Tapi kupikir lebih cepat diketahui lebih baik. "Pa, sepeda Gery hilang." "Loh, kenapa bisa? hilang di mana?" "Di depan warnet, Pa." Mukanya mengekspresikan amarah mengetahui hal itu. "Sudah kuduga pasti papa marah," tukasku dalam hati. Persis seperti perasaanku saat pertama mendapat berita itu. "Benar-bena...

Yang Pergi Datang Kembali (Bagian 1)

(Kisah Nyata) foto: doc. Pribadi Azan magrib berkumandang. Waktu yang amat ditunggu-tunggu. "Alhamdulillah, saatnya berbuka," ujarku sambil mengambil tajil dari dapur. Dua anak balitaku yang berusia lima dan dua tahun membuntutiku. Pikiranku lalu beralih ke putra sulungku yang berusia 11 tahun. Dia memang sangat senang main di luar. "Ke mana ya Gery?" tuturku gelisah. Sampai waktu berbuka puasa, ia tak kunjung pulang ke rumah. Biasanya, sore ia pulang untuk mandi. Ada rasa khawatir, takut kenapa-kenapa. Tak berselang lama "Mah Gery... Mah Gery...!" Terdengar panggilan sekumpulan anak laki-laki berusia tanggung, antara 8-12 tahun. Panggilan itu berasal dari arah depan rumah. Aku pun melangkah menuju teras rumah. "Ya,  ada apa?" "Mah Gery, itu Gery ga mau pulang. Dikasih minum buat buka puasa juga ga mau." kata salah seorang anak. Belum bertanya apa alasannya. Anak lain sudah berujar lagi, "Sepedanya hilan...