Keesokan harinya menjelang waktu magrib. Sekelompok anak berjalan menuju ke arah rumah kami. "Gery... Gery...!" teman-teman Gery memanggil. Gery menyambut mereka. Aku turut menghampiri dan memerhatikan. "Ger, ada yang lihat sepeda kamu di desa sebelah," seorang anak mengabarkan. "Ah, yang bener?"tanya putraku. "Asli, Ger. Teman aku yang tahu." sahutnya meyakinkan. "Ya, udah kita ke sana sekarang yuk!" Aku yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka menyetujui rencana mereka. "Iya coba dicari sama-sama, ya. Mudah-mudahan bisa ketemu lagi. " ucapku mendukung upaya mereka. Sejam berikutnya, sebuah motor merah memasuki pekarangan rumah. Berdirilah sosok suamiku di teras rumah. Tumben suamiku pulang cepat, pikirku. Ayah anak-anakku memasuki rumah. Ia memperhatikan dua anak kami yang balita. Lalu, matanya mencari-cari anak sulungnya. "Gery, ke mana, Mah? "Dia lagi sama temannya, Asep. Tema...
Berkreasi Tanpa Henti Berkarya Tanpa Batas